The Journey : Tersesat di Den Haag

Satu hal yang harus diingat ketika akan melalui sebuah pengalaman pertama adalah melakukan riset dan persiapan sebaik-baiknya :D

Pengalaman pertama ke Belanda, bahkan pertama ke luar negeri, membuat saya cukup nervous. Persiapan yang saya lakukan cukup lama, kurang lebih 2 bulan sebelum keberangkatan. Segala macam dokumen keberangkatan, persiapan untuk perjalanan, sampai dengan rencana lokasi tour di Belanda sudah saya siapkan, even perkiraan total cost selama di sana. Tapi ternyata pada akhirnya ada saja yang tertinggal dan tidak terantipasi :D

***

Perjalanan terbang sendiri dari Jakarta ke Belanda dengan maskapai penerbangan nasional Belanda adalah perjalanan terlama saya, sekitar 15 jam, dengan pemberhentian sekitar 1 jam di Kuala Lumpur. Alhamdulillah tidak ada masalah dengan makanan yang disajikan di pesawat maupun dengan perjalanan secara umum. Jam keberangkatan baik sewaktu berangkat maupun kembali ke Indonesia, juga sangat on time. Beruntung pada saat tiba di sana saya tidak mengalami jet lag yang berarti, bisa langsung menyesuaikan dan on untuk jalan-jalan :D Tapi pada saat kembali ke Indonesia, saya menderita jet lag parah hampir seminggu :(  Salah satu sebabnya adalah karena saya cukup kelelahan berkeliling Leiden sebelum terbang pulang. Jadi menjaga badan tetap fit serta mengatur jam tidur dengan baik, sangat diperlukan sebelum melakukan penerbangan jauh. Apalagi dengan zona waktu yang cukup jauh berbeda.

The Airlines
Hari pertama tiba di Belanda adalah pengalaman yang tidak terlupakan :D

Terpisah dari 2 teman Indonesia (yang baru saja bertemu di bandara Schipol) di stasiun kereta Schipol dan jaringan internet yang terputus, awalnya tidak terlalu membuat saya khawatir. Setibanya di Den Haag Centraal, dengan penuh percaya diri, saya bertanya kepada petugas dan menuju ke halte Tram 3 (jalur yang saya ingat betul untuk menuju ke hotel), tanpa mengkonfirmasi apakah jalur yang saya ambil sudah benar. Setelah menunggu sekitar 1 jam, berharap 2 teman saya datang di halte yang sama, akhirnya saya naik ke Tram 3. Unfortunately, ternyata jalur Tram 3 sedang diperbaiki dan hanya berhenti di halte Brouwersgracht (sementara saya seharusnya turun di Van Speijkstraat, sekitar 2 halte lagi). Karena merasa bingung, bahkan saya tidak terpikir untuk mengikuti jalur Tramnya saja :D
Sedikit kebingungan (dan belum sempat membayar ke sopir :D ) saya bertanya kepada petugas. Saya diarahkan untuk menuju halte di Monsterstraat dengan panduan yang cukup membuat saya bingung. And the story of getting lost was begun :D Sudah sekitar 1 jam, bersyukur tidak lebih dari itu :D, berputar-putar dengan barang bawaan yang cukup berat dan bertanya kesana-kemari. Belum lagi hawa dingin yang cukup menusuk.

Sampailah saya di daerah bernama Hobbemaplein yang saya cukup familiar dengan namanya, karena menjadi salah satu target untuk dikunjungi (Haagse Markt). Saya juga beruntung bertemu dengan orang Indonesia yang membantu saya membaca jalur Tram yang terpampang di halte :D
Akhirnya saya naik Tram 11 dan turun di Laan Vaan Meerdervoort, jalan besar dimana hotel tempat menginap berada. Namun saya masih harus bertanya lagi ke beberapa orang karena ternyata jarak hotel dari tempat saya turun masih sekitar 500 meter. There was a very nice couple yang membantu saya menemukan posisi hotel dengan goog** maps :)

Akhirnya saya bisa berbaring juga di kasur yang empuk setelah berputar-putar sekitar 1 jam. Dua teman saya ternyata sudah tiba di hotel lebih dahulu 1 jam yang lalu menggunakan Tram 17 yang haltenya ternyata sangat dekat dengan hotel. Sebetulnya saya tidak salah juga menaiki Tram 3. Tapi saya melupakan tentang Tram 17 ini. Mungkin memang saya ditakdirkan untuk tersesat waktu itu.

A lesson learned, penting menjadi pertimbangan untuk langsung membeli kartu GSM lokal dan paket datanya di bandara, terutama ketika bepergian seorang diri. Karena walaupun jaringan Wifi cukup baik dan mudah ditemukan di Belanda, namun tidak dapat menjamin untuk bisa selalu terkoneksi tentunya. Perlu membaca kembali dengan benar petunjuk atau practical information yang diberikan dari institusi training. And one more thing. Orang Belanda sebetulnya akan dengan senang hati membantu dan menjawab setiap pertanyaan, tapi hampir semua yang saya tanya tidak tahu pasti posisi jalan yang saya tanyakan.

What a wonderful experience ^_^

Depan Hotel


My NFP Experience - A Ticket to Netherland

It's a naive obsession, but It's my dream.  
A dream that must be put into reality someday


Sebetulnya saya sudah merencanakan sejak tahun 2013 untuk mendaftar beasiswa Belanda untuk shortcourse. Apalagi kesempatan seperti ini akan sulit saya dapatkan kalau tidak berusaha mencari cara sendiri.

Di tahun 2014 barulah saya punya semangat baru dan target baru untuk diwujudkan.

***



Dengan berbekal skor hasil ITP-TOEFL yang mencukupi dari standar yang dipersyaratkan, saya pun mendaftar salah satu beasiswa Belanda, yaitu Netherlands Fellowship Program (NFP).

Beasiswa NFP ini diperuntukkan untuk 51 negara, berbeda dengan StuNed yang memang khusus untuk orang Indonesia. Namun terdapat priority group, sekitar 50% untuk wanita, dan 50% untuk Sub-Sahara Afrika. Tapi untuk yang tidak termasuk grup prioritas tentu masih punya peluang :)

Saya kemudian mencari-cari informasi di website Nuffic dan memilih course yang akan saya ikuti. Salah satu unsur penting dalam penilaian beasiswa NFP adalah relevansinya dengan pekerjaan kita saat ini. Akhirnya saya memilih course dari The Hague Academy for Local Governance (THA) dengan durasi kursus selama 2 minggu, tanggal 27 Oktober s.d 7 November 2014.

Setelah mendaftar melalui aplikasi online di website THA (tanpa admission letter), saya diminta langsung untuk mendaftar ke aplikasi Scholarship Online (SOL) milik Nuffic dan melengkapi dokumen-dokumen yang diperlukan:
  • ID card (passport/national ID card)
  • Statement of motivation
  • Employment history
  • Employer's Statement
  • Plan after return
  • Relevance for Organization
  • Relevance for Country


Seluruh korespondensi proses seleksi dilaksanakan melalui email. Seleksi dari Nuffic dilaksanakan secara bertahap. Lama proses untuk tiap tahapan kurang lebih 1 bulan. Pertama Nuffic akan mengecek eligibility, apakah pelamar beasiswa sudah memenuhi kriteria. Selanjutnya akan dilakukan semacam seleksi pendahuluan dan pihak Nuffic meminta konfirmasi kepada pelamar yang lolos seleksi pendahuluan apakah akan menerima tawaran beasiswa yang akan diberikan. Tahap ini sebetulnya sudah hampir 100% menandakan bahwa kita lolos seleksi. Baru kemudian di tahap terakhir adalah final selection, dan di sini pelamar yang lolos seleksi akan mendapatkan email pemberitahuan dari Nuffic berikut rincian beasiswa yang akan didapatkan.
Pihak THA juga langsung menghubungi lewat email dan mengurus segala macam akomodasi serta informasi-informasi penting yang diperlukan.

And alhamdulillah, I got a ticket to Netherlands :)

Thank you, Nuffic ^_^


***

Update : Sepertinya mulai Agustus 2014, terdapat perubahan mekanisme pendaftaran beasiswa NFP. Informasi lebih lanjut dapat dicek ke website Nuffic.




Unspeakable Love

source

Maybe It's hard to tell
Maybe It's hard to prove

Maybe I couldn't deliver you normally when you were born
Maybe I couldn't give you the best breastfeed as other moms do
Maybe I couldn't give the fullest time of care and protection
Maybe I couldn't see you grow up minute to minute
Maybe I couldn't be the closest friend in your life
 And there's a fear in my heart you will step away
  
But I do love you, bigger than I can describe

Life in Jakarta : Living in a Rush

Rush, running like a crazed, time constraint, traffic, and stress

source

Kelima hal di atas menyatu menjadi "culture" sebagian besar orang yang tinggal dan/atau bekerja di Jakarta. Seminggu setelah libur Lebaran tahun ini, Jakarta terasa sangat nyaman. Transportasi dan jalanan relatif sepi dan lengang. Tapi mulai hari Senin yang lalu, it goes back to "normal". So ironic, karena justru kehidupan yang normal di Jakarta itu adalah yang akrab dengan kelima hal tadi, terutama yang terasa adalah hiruk pikuk di public transport dan jalanan. The abnormality becomes a normal nature, dan selanjutnya justru menjadi semacam culture di Jakarta ini. Mungkin hal seperti ini juga terjadi di kota-kota besar di beberapa negara lain. 

***

Jakarta sudah menjadi kota yang sangat padat dan kompleks permasalahannya, mulai dari kepadatan penduduk, wilayah kumuh, macet, sampai banjir. Tapi bagaimanapun juga, Jakarta masih menjadi kota favorit tujuan urbanisasi. But the side effects are so massive.

Setiap pagi, terutama orang-orang yang tinggal di pinggiran Jakarta tapi bekerja di Jakarta, mau tidak mau harus berangkat lebih pagi. Mereka yang memanfaatkan public transport, terutama yang menggunakan jasa transportasi KRL (commuter line) tentu harus pandai-pandai mengatur waktunya di pagi hari dengan adanya perjalanan KRL yang sudah terjadwal. Beruntung, jadwal KRL saat ini sudah cukup banyak dibandingkan dengan dulu. But inevitably, you have to run like a crazed, apabila tidak ingin ketinggalan kereta. Because you know what, ketinggalan kereta apabila di depan mata, rasanya menyakitkan :D (self experience). Belum lagi tingkat kompetisinya yang tinggi. Kompetisi di sini maksudnya adalah kompetisi untuk masuk ke dalam gerbong, kompetisi untuk mendapatkan tempat duduk, even kompetisi untuk keluar gerbong. Mungkin bisa digambarkan dengan hiperbola sebagai competition to survive ^_^  You have to be strong and fit indeed.

source
Menggunakan alat transportasi publik lain pastinya juga tidak jauh beda perjuangan dan pengorbanannya. Tidak ketinggalan, kendaraan pribadi juga demikian. Harus menghadapi macet yang sangat menguji kesabaran.
Istilah yang sering dikatakan orang-orang adalah "hidup di Jakarta seperti habis di jalan". That's true, terutama untuk orang-orang yang harus berangkat pagi-pagi dan tiba di rumah malam hari untuk bekerja. Meningkatnya level individualisme dan stres, serta menurunnya empati juga menjadi beberapa dampak yang cukup terasa. 

source
 Rush dan time constraint menjadi hal yang tidak terhindarkan. Karena bagi beberapa orang yang terikat dengan jam kerja, terlambat datang melebihi jam yang ditentukan dapat "menghadiahi" kita dengan punishment, entah itu potongan gaji atau harus mengganti waktu keterlambatan (another self experience :D). Selain itu waktu yang tersisa untuk rumah dan keluarga, walaupun tidak seberapa, merupakan hal yang sangat penting dan berarti.


***

Life is full of consequences. Begitu juga apabila harus berinteraksi setiap hari dengan kehidupan Jakarta. Untuk tetap bertahan menjadi "normal" yang sesungguhnya tentunya perlu manajemen yang cukup sulit. Tapi paling tidak, itu harus diupayakan agar kualitas hidup menjadi lebih baik.

1. Time management
Kehilangan banyak waktu di jalan dan jam kerja yang relatif lebih panjang daripada di daerah lainnya tentu memerlukan time management yang baik. Mengatur waktu sebaik-baiknya, mulai dari kapan waktu tidur, kapan waktu bangun, kapan harus memulai dan menyelesaikan pekerjaan rumah, serta menetapkan target penyelesaian pekerjaan kantor agar waktu yang telah tersita banyak tidak terbuang sia-sia, dan tentunya  dapat pulang tepat waktu. Tidak ada salahnya menetapkan target waktu pada setiap aktivitas yang dilakukan setiap harinya. Walaupun untuk beberapa hal tentunya berada di luar kendali. But just try for some things we can do.

2. Stress management
Apabila sudah mulai meningkat level stres dan jenuh, perlu mencoba mencari sesuatu yang baru, treat ourselves, mengerjakan sesuatu yang disukai, rileks dan berusaha untuk lebih santai. Mood yang tidak stabil pasti sering terjadi. Terkadang perlu dikesampingkan hal-hal yang menjadikan kita terburu-buru. Ketika stres dan emosi mulai datang, cobalah menenangkan diri, bisa dengan pergi menjauh sebentar, duduk atau sekedar jalan-jalan sebentar, atau bisa juga dengan mendengarkan musik favorit. 

3.  Social interaction
Di tengah meningkatkan individualisme dan menurunnya empati, ada baiknya tidak meninggalkan interaksi sosial dimanapun. Mungkin akan menjadi sulit, dikarenakan kesibukan, kelelahan, atau hal lainnya. Tapi paling tidak, don't hesitate to speak, smile, or share a good thing with others. Berbicara santai dan berkumpul dengan keluarga dan teman-teman dekat akan memberikan semangat baru.

4. Realistis dan Tetap Bersabar
Patience is the most important thing. Kita perlu realistis dan tidak memaksakan diri untuk harus mencapai seluruh target dan keinginan, karena kemampuan manusia memiliki keterbatasan. Misalnya, tidak perlu memaksa untuk harus menyelesaikan pekerjaan rumah yang menumpuk ketika kelelahan setelah pulang bekerja. Ada baiknya melibatkan anggota keluarga yang lain untuk mengerjakannya.

5. Strategic Planning
Untuk yang tidak ingin berlama-lama terperangkap dalam kondisi yang dilematis seperti saat ini, maka penting untuk membuat perencanaan jangka panjang dan berinvestasi. Save your money and improving talent or other potential things. Siapa tahu pelan-pelan bisa "menyingkir" dari hiruk pikuk kota Jakarta, serta mengerjakan sesuatu yang lebih membahagiakan dan waktu bisa dimanfaatkan lebih efektif.



"Alangkah mengerikannya menjadi tua dengan kenangan masa muda yang hanya berisi kemacetan jalan, ketakutan datang terlambat ke kantor, tugas-tugas rutin yang tidak menggugah semangat, dan kehidupan seperti mesin, yang hanya akan berakhir dengan pensiun tidak seberapa. "

~ Seno Gumira Ajidarma ~


Cake Tape Kukus, Sebuah Eksperimen

Membuat kue dan makanan yang extraordinary selalu membuat penasaran. Apalagi setelah 2 kali mencoba membuat kue, hasilnya tidak pernah memuaskan ^_^. Dan dikarenakan minimnya peralatan membuat kue, terutama oven untuk memanggang, maka dari itu saya mencoba mencari resep kue yang dikukus. Selain itu juga mencari resep yang bahannya mudah dicari dan sederhana, daripada harus repot-repot ke toko khusus menjual bahan kue, karena hasilnya belum tentu bagus :D

Setelah browsing resep-resep di internet, akhirnya menemukan resep yang menarik dan sepertinya mudah di sajiansedap.com yang berbahan dasar tape singkong.
Di resep aslinya (sumber), dikemas dalam bentuk Cup Cake Tape Kukus. Tapi pada eksperimen ini saya memakai cetakan berbentuk persegi. Takaran bahan dari resep juga saya kurangi dengan dikira-kira saja. Pengurangan takaran ini sebagai antisipasi apabila hasilnya tidak lagi sesuai ekspektasi  :D
Telur yang saya gunakan hanya 2 butir. Untuk susu bubuk saya ganti dengan krimer. Dan saya tambahkan juga sedikit sukade. Sedangkan untuk takaran bahan yang lain, tidak usah diceritakan, karena semuanya hanya dikira-kira saja ^_^

But finally, this is the result (and not so bad)


Well, I'm satisfied enough with the cake. Teksturnya sudah pas dan rasanya juga enak walaupun agak terlalu manis :D  
Yeay,,,ini menjadi motivasi untuk membuat kue-kue dan masakan berikutnya.







Here's the recipe from sajiansedap.com:

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
85 gram margarin
100 gram tape singkong
5 butir telur
85 gram gula pasir
1 sendok teh emulsifier (sp/tbm)
100 gram tepung terigu protein sedang
2 sendok makan susu bubuk
1/2 sendok teh baking powder


Cara membuat:

  1. Kocok margarin hingga lembut. Tambahkan tape singkong. Kocok rata. Sisihkan.
  2. Kocok telur, gula pasir, dan emulsifier hingga mengembang. Masukkan tepung terigu, susu bubuk, dan baking powder sedikit-sedikit sambil diayak dan diaduk rata.
  3. Tuang sedikit adonan telur ke dalam campuran margarin. Tuang kembali ke  dalam campuran telur sambil diaduk rata.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang muffin yang dialas cup kertas. Kukus di atas api sedang 10 menit sampai matang.

I'm Not Talented, but I Want to Try

Talent atau bakat memang sesuatu yang bisa dikatakan sebagai "given", mengalir di darah seseorang sejak lahir, dan bisa jadi merupakan bawaan dan turunan orang tuanya. Bakat adalah sebuah anugerah, apalagi ketika bakat itu positif, disadari, dikembangkan, dan diberdayakan. Karena bakat, passion, dan kesuksesan itu sangat dekat maknanya.

1. Positif
    Artinya mampu memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

2. Disadari
    Apabila seseorang mengetahui bakat apa saja yang dimiliki. Bakat dapat dilihat sejak anak dapat mengekspresikan dirinya, dan akan semakin terlihat ketika seseorang semakin dewasa dan mempelajari banyak hal.

3. Dikembangkan 
    Tidak hanya mengetahui saja, tapi kemudian berusaha untuk mengembangkannya dan menjadikannya sebuah keterampilan atau keahlian yang berharga. Fokus belajar dan mengembangkan bakat akan membuat waktu dan energi lebih efektif dan efisien. Karena seseorang yang berbakat dan memang menyukai bidang yang sesuai dengan bakatnya akan lebih bersemangat untuk belajar. Misalnya seseorang yang menyukai linguistik dan memang memiliki kelebihan dalam bidang itu, akan lebih mudah belajar berbagai bahasa. Apalagi ketika memang fokus untuk mendalaminya. Dan tentunya akan menjadi added values yang luar biasa. Jadi tidak ada lagi, Jack of all trades, master of none. Harus ada yang benar-benar fokus kita dalami dan kuasai, selain mempelajari hal lainnya. Dan tidak salah juga apabila menjadi multi tasking dan multi talent.

4. Diberdayakan
    Diberdayakan artinya berupaya untuk produktif dengan bakat yang dimiliki. Bekerja sesuai bakat dan minat cenderung menghasilkan sesuatu yang optimal dan produktif. Tentunya akan memberikan kepuasan dan kebahagiaan tersendiri. And of course, feel no pressure. This is what I call, aktualisasi diri. 

Ada beberapa orang yang mungkin melihat suatu bidang atau pekerjaan sebetulnya menarik atau melihat peluang kesuksesan di dalamnya. Tapi ada 1 kendala, yaitu tidak adanya bakat yang mendukung. Dan tidak semua orang dianugerahi bakat terhadap sesuatu yang diminatinya. Atau bisa dikatakan, punya minat tapi tidak punya bakat :D

Well, memiliki minat tapi tidak memiliki bakat tentunya membutuhkan extra effort dan hard work untuk menguasainya. Tapi bukannya tidak mungkin. Yang diperlukan di dalamnya tentu adalah kemauan yang kuat, semangat, dan konsistensi dalam belajar. Tidak mudah merasa putus asa atau menyerah. Then just start to do and try it.
Misalnya saja, mungkin saya tidak punya bakat untuk menjahit, tapi saya punya mimpi dan peluang di sana. Jadi saya harus mencoba memulai. Hasil pertama mungkin jauh dari sempurna, and maybe frustating karena kesulitan yang dihadapi. Belum lagi ketika mendapatkan input yang negatif dan kurang mendukung dari luar, akan mudah menurunkan semangat. But it's about interest, determination, and dreams. Harus ada keyakinan bahwa dengan banyak belajar, mencoba, dan berlatih akan bisa melampaui prestasi orang-orang yang berbakat.

Artikel menarik dari Wikihow.com tentang How to Find a Talent (source) yang dapat menjadi referensi.

1. Think about what you love to do. Hal apa yang dengan senang hati kita lakukan tanpa disuruh dan hal apa yang paling membuat kita antusias.

2. Play. Bereksperimen, eksplorasi, dan mencoba hal baru yang menyenangkan hati.

3. Try taking some personality tests. Tes ini paling tidak dapat memberikan sedikit gambaran tentang orientasi dan minat kita.

4. Learn about your learning style. You can find online quizzes for that, too. Major learning styles are visual, auditory, reading/writing, and tactile/kinesthetic. 

5. Notice what people tell you about yourself. Do they notice that you light up when you explain something? Does everybody seem to compliment you on your writing? Your physical coordination?  

6.  Consider your interests. What sorts of things do you like to read about, write about, or talk about? What shows do you watch on television? What magazine and newspaper articles catch your eye?

7. Notice what you're not good at, too. What seems always to be a struggle? What makes you feel awkward or out of place? For instance, some people are great talkers but hate writing; for others, it's the other way around. That's not to say you can't develop skills and strategies in areas that are not your forte, but if you choose to do so, you will know that they are not.

8. Keep a journal or notebook of some sort. It doesn't have to be fancy or formal. You could keep it on the computer or even use voice recordings, if you prefer. Freewriting from time to time is one good way to get at what's on your mind. If writing isn't for you, try drawing pictures, "mind-mapping", or making notes some other way that suits you. Regardless of the method, capture your thoughts now and then. It can help you to spot patterns and themes within your life.

9. Practice. Once you find something you love to do, do more of it. You will improve your skills and refine your technique this way. You will also discover the depths of your talent, whether it was more a passing phase. Even if the interest turns out to be temporary, you may notice what interested you about a particular 

10. Share your talent with others. It's okay to practice by yourself, but at some point, you should nurture your talent by finding a teacher, even if it's just somebody else with more experience at something who can give you advice. Having an audience (even a small one) is, in many cases, equally important.

11. Use your talent. Make the world a better place, or just show off. Consider making a career of it, or just a hobby. Or if you just want to make it useful just for yourself.  



source : http://brucemctague.com

Maybe you're not talented, but just try.
Feel your determination and make your dreams come true

The Pinky is Sewing Made Easy

My new best pal - The Pinky Singer :D
source : singerco.com

If we want to raise another true happiness, then grab and struggle for it.

Jadi apa hubungannya antara kebahagiaan dengan The Pinky di atas? The Pinky gives many inspirations and pleasures. Ternyata menjahit dan bisa menghasilkan sesuatu itu rasanya memuaskan dan menyenangkan. Paling tidak itu menurut saya. Dengan detil dan kompleksitasnya menjadi kesenangan tersendiri, walaupun harus rela mencuri-curi waktu untuk mengerjakannya. Keterampilan adalah aset yang luar biasa. Akhirnya diputuskanlah untuk otodidak menjahit.  Mungkin bisa dikatakan sedikit terlambat, karena dulu banyak kesempatan untuk belajar. Tapi sekali lagi, tidak ada kata terlambat dan tidak boleh menyesal :) Let's do it!

Beginner sewing tip #1: Start with the right machine ^_^

Tip tersebut menurut saya benar. Untuk belajar menjahit tentu perlu mesin jahit. Bukan bermaksud promosi, tapi pilihan saya jatuh pada The Pinky dengan pertimbangan bahwa merknya sudah cukup terpercaya, spare part mudah dicari, dan ada garansi 1 tahun. Di tempat saya membeli juga diberikan servis free delivery and training. Jadi sebagai pemula saya cukup senang bisa diperkenalkan cara mengoperasikannya. Harga cukup mahal, namun ini bagian dari investasi. Hopefully :) Untuk spesifikasi, dll bisa dicek ke http://www.singerco.com/products/2237/3223-simple#type-features. Kesan sampai dengan saat ini, cukup memuaskan.Bukan berniat promosi, tapi based on my experience :)

Saya tidak mempunyai rencana untuk kursus menjahit, tapi saya berusaha nekad untuk otodidak. Selain karena tidak ada waktu, kursus menjahit mungkin cukup costly. Bekal saya untuk otodidak adalah hasil browsing internet dan 2 buku ini :)



So let's make things and keep learning



Mother’s Dillema? Mencari Jalan yang Terbaik

source : growingupwithbea.blogspot.com
"Children are precious gifts sent from heaven"

Anak adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan. Dan mungkin lebih berharga dari apapun juga, karena di dalam tubuhnya mengalir darah dan gen orang tuanya. Anak juga menjadi harapan terbesar orang tua untuk meneruskan keturunan yang baik dan mulia.

Ibu, karir, dan keluarga mungkin selalu menjadi sebuah dilema ketika karir atau pekerjaan menyita lebih banyak waktu daripada keberadaan ibu di rumah, terutama yang bekerja di kota-kota besar, dimana rasa-rasanya hampir 75% waktu dihabiskan di jalan dan di kantor. Namun 35% sisanya bahkan sepenuhnya mungkin tidak dapat diberikan untuk keluarga, karena harus mengurusi pekerjaan rumah tangga ataupun karena sudah merasa terlalu lelah.

Sementara quality time yang menurut orang-orang harus dioptimalkan untuk mengganti "ketiadaan" peran ibu pada hari kerja, khususnya quality time di hari libur, sebetulnya tidaklah cukup.

Wondering why? Karena akibat dilema itu anak secara tidak langsung akan selalu menjadi ’korban’, terutama anak-anak yang masih kecil dan sangat membutuhkan figur ibunya. Apalagi ditambah permasalahan lain, ketika ibu harus kerepotan kesana-kemari untuk mencari pengasuh, bahkan sampai terpaksa menitipkan ke day care atau ke neneknya. Mencari pengasuh saat ini juga menjadi permasalahan yang memusingkan bagi ibu karena di samping semakin sulit mencari pengasuh dari kampung, saat ini pengasuh dan asisten rumah tangga bisa dikatakan sudah memiliki bargaining position yg tinggi :), sehingga beberapa ibu rela membayar lebih mahal. Mencari pengasuh atau asisten rumah tangga yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan tulus pun mungkin juga semakin sulit. Menitipkan anak kepada nenek-kakeknya sebetulnya juga bukan keputusan yang bijaksana.

Anak adalah harta paling berharga dan merupakan titipan Tuhan. Satu pertanyaan yang layak menjadi renungan adalah ketika kitapun menjaga berlian, perhiasan,ataupun uang sebaik mungkin dan tidak akan menitipkannya kepada orang lain, apakah anak tidak lebih berharga dari itu sehingga kita tinggalkan dan dititipkan pada orang lain?

Beberapa ibu mungkin dengan terpaksa harus bekerja dengan keras untuk berbagai alasan. Dan semua ibu pasti sebetulnya tidak rela harus meninggalkan anaknya untuk bekerja. Tapi selalu ada jalan yang terbaik yang harus dipilih dan itu menjadi prioritas yang berbeda untuk masing-masing ibu. Life is full of choices, then take the best one. Sometimes the most bitter thing is the best.
Mungkin juga tidak ada pilihan yang benar-benar baik, tanpa ada pengorbanan dan sisi negatifnya. Full-time mom bisa jadi juga bukan pilihan yang terbaik, karena mungkin ada konsekuensi lain yang harus ditanggung, misalnya dari sisi ekonomi.
Tapi selalu ada pilihan yang mempunyai banyak sisi positif dibanding negatif atau mudharat-nya.  Wanita yang tetap mandiri dari sisi ekonomi akan lebih baik, tapi waktu untuk keluarga memiliki porsi yang lebih banyak. Then we need to think, sumber penghasilan yang seperti apa yang bisa memenuhi itu. 




The only two days in a week definitely cannot replace 5 days of emptiness.
Because mother's love and existence cannot be replaced by anything.








Re-defining Dreams - Work with Passion and Living in Happiness

source : quotesnsmiles.com

A dream doesn't come to reality through magic, It takes sweat, determination, and hard work

Mimpi,,bukan mimpi yang menjadi bunga tidur, tapi mimpi yang lebih kepada cita-cita, tujuan, atau malah bisa jadi obsesi. Semua orang tentu punya mimpi. Tapi apa sebetulnya esensi dari mimpi itu, apakah harus hal yang muluk-muluk atau susah sekali diraih? Bisa jadi sih. Tapi tidak sepenuhnya benar.
Menurut saya mimpi itu tidak harus angan-angan yang tidak jelas apakah dapat direalisasikan atau cita-cita jangka panjang, dan bisa jadi mimpi mudah berubah karena dipengaruhi kondisi dan perjalanan hidup kita.
Mimpi dapat menjadi motivasi yang kuat bagi seseorang untuk mewujudkannya. Dan hal ini juga yang harus menjadi motivasi untuk mendefinisikan lagi mimpi-mimpi secara lebih realistis.


Ketika akan masuk bangku kuliah dan ketika lulus yang tertanam di benak anak muda dan orang tua (mungkin kebanyakan berpikiran yang sama), adalah kuliah yang tinggi dengan jurusan yang populer dan motivasinya adalah dapat segera bekerja setelah lulus, untuk kemudian menjadi orang sukses (atau bisa dikatakan secara ekonomi dimudahkan). Ya,, apabila pada akhirnya bisa kuliah di universitas negeri ternama, jurusan yang populer, lulus dengan nilai memuaskan, setelah itu bekerja di ibukota dan di tempat yang menurut pandangan orang awam tentu keren :D Harus bersyukur dengan itu semua.

Semakin dewasa, apalagi ketika sudah berumah tangga akan semakin banyak pula memberikan pelajaran hidup. Banyak pencapaian yang diraih itu bisa jadi tidak seluruhnya merupakan mimpi yang sesungguhnya. Mimpi juga tidak boleh berhenti sampai di sini. Sebagai manusia biasa, banyak hal di masa lalu yang mungkin disesali, tapi tentu tidak boleh terhanyut dalam penyesalan itu, karena penyesalan dekat sekali dengan rasa tidak ikhlas dan tidak bersyukur. Jadi kalau jaman sekarang banyak dikatakan,,kita harus move on :D


Menjadi orang sukses pasti menjadi mimpi banyak orang. Tapi menjadi sukses tidak berarti harus terpaksa melakukan hal-hal yang tidak kita sukai atau bekerja kantoran dengan gaji menjanjikan dan jaminan di hari tua yang sudah jelas. Bagaimana jika pekerjaan ternyata tidak sesuai dengan passion, dan yang pada akhirnya hanya menimbulkan dilema, tekanan, dan ketidaknyamanan dalam hidup. Jika begitu, kita harus berani mendefinisikan mimpi secara lebih tepat, karena mimpi yang berhasil kita raih akan memberikan kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup. Untuk apa hidup dengan kesuksesan tapi ternyata itu harus dijalani dengan banyak pengorbanan yang seharusnya dapat diminimalisasi ketika kita berusaha mewujudkan mimpi kita yang sebenarnya. Dan kesuksesan itu not merely sukses di karir, tapi sukses dalam hidup as a whole. Kebahagiaan seharusnya menjadi mimpi yang sesungguhnya.

Mendefinisikan kembali mimpi untuk sukses bisa dimulai dengan memikirkan hal yang kita sukai. Start to do something you like, work with your passion. Bekerja sesuai passion cenderung membuat kita menjadi lebih puas dan bahagia dalam mengerjakannya, walaupun harus dibayar dengan rasa capek dan usaha yang keras.
Passion sangat dekat dengan bakat yang kita miliki, hobi dan minat, dan kesesuaian dengan kondisi yang kita alami sehari-hari.
Beberapa orang memang ada yang mendefinisikan passion dengan karir, aktualisasi diri, kemandirian, terutama yang merasa sudah berpendidikan cukup tinggi. Tapi tentu banyak juga yang dikorbankan. Memang tidak dapat dihindari bahwa dalam hidup memang ada positif ada negatifnya.

 Seandainya boleh flash back ke masa lalu mungkin banyak yang disesali karena tidak menekuni bidang yang sesuai dengan bakat, hobi, dan minat, atau hal-hal yang bisa menjadi potensi untuk bekerja mandiri dan lebih berorientasi pada skill. Tapi tidak ada kata terlambat dan lagi-lagi tidak boleh terlarut dalam penyesalan. Mulailah dari sekarang dan raih mimpi agar menjadi lebih bahagia, mungkin tidak hanya di dunia, tapi di akhirat. Dan tanamkan motivasi ini pada diri anak kita nanti, kembangkan bakat dan hobinya, serta membekalinya dengan ketrampilan khusus yang dapat menjadi potensi baginya ketika sudah dewasa nanti. Sehingga peluang sukses tidak akan hanya menjadi pekerja kantoran dan terikat dengan banyak rules.


-- the one who aims to follow her passions --