The Pinky is Sewing Made Easy

My new best pal - The Pinky Singer :D
source : singerco.com

If we want to raise another true happiness, then grab and struggle for it.

Jadi apa hubungannya antara kebahagiaan dengan The Pinky di atas? The Pinky gives many inspirations and pleasures. Ternyata menjahit dan bisa menghasilkan sesuatu itu rasanya memuaskan dan menyenangkan. Paling tidak itu menurut saya. Dengan detil dan kompleksitasnya menjadi kesenangan tersendiri, walaupun harus rela mencuri-curi waktu untuk mengerjakannya. Keterampilan adalah aset yang luar biasa. Akhirnya diputuskanlah untuk otodidak menjahit.  Mungkin bisa dikatakan sedikit terlambat, karena dulu banyak kesempatan untuk belajar. Tapi sekali lagi, tidak ada kata terlambat dan tidak boleh menyesal :) Let's do it!

Beginner sewing tip #1: Start with the right machine ^_^

Tip tersebut menurut saya benar. Untuk belajar menjahit tentu perlu mesin jahit. Bukan bermaksud promosi, tapi pilihan saya jatuh pada The Pinky dengan pertimbangan bahwa merknya sudah cukup terpercaya, spare part mudah dicari, dan ada garansi 1 tahun. Di tempat saya membeli juga diberikan servis free delivery and training. Jadi sebagai pemula saya cukup senang bisa diperkenalkan cara mengoperasikannya. Harga cukup mahal, namun ini bagian dari investasi. Hopefully :) Untuk spesifikasi, dll bisa dicek ke http://www.singerco.com/products/2237/3223-simple#type-features. Kesan sampai dengan saat ini, cukup memuaskan.Bukan berniat promosi, tapi based on my experience :)

Saya tidak mempunyai rencana untuk kursus menjahit, tapi saya berusaha nekad untuk otodidak. Selain karena tidak ada waktu, kursus menjahit mungkin cukup costly. Bekal saya untuk otodidak adalah hasil browsing internet dan 2 buku ini :)



So let's make things and keep learning



Mother’s Dillema? Mencari Jalan yang Terbaik

source : growingupwithbea.blogspot.com
"Children are precious gifts sent from heaven"

Anak adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan. Dan mungkin lebih berharga dari apapun juga, karena di dalam tubuhnya mengalir darah dan gen orang tuanya. Anak juga menjadi harapan terbesar orang tua untuk meneruskan keturunan yang baik dan mulia.

Ibu, karir, dan keluarga mungkin selalu menjadi sebuah dilema ketika karir atau pekerjaan menyita lebih banyak waktu daripada keberadaan ibu di rumah, terutama yang bekerja di kota-kota besar, dimana rasa-rasanya hampir 75% waktu dihabiskan di jalan dan di kantor. Namun 35% sisanya bahkan sepenuhnya mungkin tidak dapat diberikan untuk keluarga, karena harus mengurusi pekerjaan rumah tangga ataupun karena sudah merasa terlalu lelah.

Sementara quality time yang menurut orang-orang harus dioptimalkan untuk mengganti "ketiadaan" peran ibu pada hari kerja, khususnya quality time di hari libur, sebetulnya tidaklah cukup.

Wondering why? Karena akibat dilema itu anak secara tidak langsung akan selalu menjadi ’korban’, terutama anak-anak yang masih kecil dan sangat membutuhkan figur ibunya. Apalagi ditambah permasalahan lain, ketika ibu harus kerepotan kesana-kemari untuk mencari pengasuh, bahkan sampai terpaksa menitipkan ke day care atau ke neneknya. Mencari pengasuh saat ini juga menjadi permasalahan yang memusingkan bagi ibu karena di samping semakin sulit mencari pengasuh dari kampung, saat ini pengasuh dan asisten rumah tangga bisa dikatakan sudah memiliki bargaining position yg tinggi :), sehingga beberapa ibu rela membayar lebih mahal. Mencari pengasuh atau asisten rumah tangga yang dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan tulus pun mungkin juga semakin sulit. Menitipkan anak kepada nenek-kakeknya sebetulnya juga bukan keputusan yang bijaksana.

Anak adalah harta paling berharga dan merupakan titipan Tuhan. Satu pertanyaan yang layak menjadi renungan adalah ketika kitapun menjaga berlian, perhiasan,ataupun uang sebaik mungkin dan tidak akan menitipkannya kepada orang lain, apakah anak tidak lebih berharga dari itu sehingga kita tinggalkan dan dititipkan pada orang lain?

Beberapa ibu mungkin dengan terpaksa harus bekerja dengan keras untuk berbagai alasan. Dan semua ibu pasti sebetulnya tidak rela harus meninggalkan anaknya untuk bekerja. Tapi selalu ada jalan yang terbaik yang harus dipilih dan itu menjadi prioritas yang berbeda untuk masing-masing ibu. Life is full of choices, then take the best one. Sometimes the most bitter thing is the best.
Mungkin juga tidak ada pilihan yang benar-benar baik, tanpa ada pengorbanan dan sisi negatifnya. Full-time mom bisa jadi juga bukan pilihan yang terbaik, karena mungkin ada konsekuensi lain yang harus ditanggung, misalnya dari sisi ekonomi.
Tapi selalu ada pilihan yang mempunyai banyak sisi positif dibanding negatif atau mudharat-nya.  Wanita yang tetap mandiri dari sisi ekonomi akan lebih baik, tapi waktu untuk keluarga memiliki porsi yang lebih banyak. Then we need to think, sumber penghasilan yang seperti apa yang bisa memenuhi itu. 




The only two days in a week definitely cannot replace 5 days of emptiness.
Because mother's love and existence cannot be replaced by anything.








Re-defining Dreams - Work with Passion and Living in Happiness

source : quotesnsmiles.com

A dream doesn't come to reality through magic, It takes sweat, determination, and hard work

Mimpi,,bukan mimpi yang menjadi bunga tidur, tapi mimpi yang lebih kepada cita-cita, tujuan, atau malah bisa jadi obsesi. Semua orang tentu punya mimpi. Tapi apa sebetulnya esensi dari mimpi itu, apakah harus hal yang muluk-muluk atau susah sekali diraih? Bisa jadi sih. Tapi tidak sepenuhnya benar.
Menurut saya mimpi itu tidak harus angan-angan yang tidak jelas apakah dapat direalisasikan atau cita-cita jangka panjang, dan bisa jadi mimpi mudah berubah karena dipengaruhi kondisi dan perjalanan hidup kita.
Mimpi dapat menjadi motivasi yang kuat bagi seseorang untuk mewujudkannya. Dan hal ini juga yang harus menjadi motivasi untuk mendefinisikan lagi mimpi-mimpi secara lebih realistis.


Ketika akan masuk bangku kuliah dan ketika lulus yang tertanam di benak anak muda dan orang tua (mungkin kebanyakan berpikiran yang sama), adalah kuliah yang tinggi dengan jurusan yang populer dan motivasinya adalah dapat segera bekerja setelah lulus, untuk kemudian menjadi orang sukses (atau bisa dikatakan secara ekonomi dimudahkan). Ya,, apabila pada akhirnya bisa kuliah di universitas negeri ternama, jurusan yang populer, lulus dengan nilai memuaskan, setelah itu bekerja di ibukota dan di tempat yang menurut pandangan orang awam tentu keren :D Harus bersyukur dengan itu semua.

Semakin dewasa, apalagi ketika sudah berumah tangga akan semakin banyak pula memberikan pelajaran hidup. Banyak pencapaian yang diraih itu bisa jadi tidak seluruhnya merupakan mimpi yang sesungguhnya. Mimpi juga tidak boleh berhenti sampai di sini. Sebagai manusia biasa, banyak hal di masa lalu yang mungkin disesali, tapi tentu tidak boleh terhanyut dalam penyesalan itu, karena penyesalan dekat sekali dengan rasa tidak ikhlas dan tidak bersyukur. Jadi kalau jaman sekarang banyak dikatakan,,kita harus move on :D


Menjadi orang sukses pasti menjadi mimpi banyak orang. Tapi menjadi sukses tidak berarti harus terpaksa melakukan hal-hal yang tidak kita sukai atau bekerja kantoran dengan gaji menjanjikan dan jaminan di hari tua yang sudah jelas. Bagaimana jika pekerjaan ternyata tidak sesuai dengan passion, dan yang pada akhirnya hanya menimbulkan dilema, tekanan, dan ketidaknyamanan dalam hidup. Jika begitu, kita harus berani mendefinisikan mimpi secara lebih tepat, karena mimpi yang berhasil kita raih akan memberikan kebahagiaan dan kepuasan dalam hidup. Untuk apa hidup dengan kesuksesan tapi ternyata itu harus dijalani dengan banyak pengorbanan yang seharusnya dapat diminimalisasi ketika kita berusaha mewujudkan mimpi kita yang sebenarnya. Dan kesuksesan itu not merely sukses di karir, tapi sukses dalam hidup as a whole. Kebahagiaan seharusnya menjadi mimpi yang sesungguhnya.

Mendefinisikan kembali mimpi untuk sukses bisa dimulai dengan memikirkan hal yang kita sukai. Start to do something you like, work with your passion. Bekerja sesuai passion cenderung membuat kita menjadi lebih puas dan bahagia dalam mengerjakannya, walaupun harus dibayar dengan rasa capek dan usaha yang keras.
Passion sangat dekat dengan bakat yang kita miliki, hobi dan minat, dan kesesuaian dengan kondisi yang kita alami sehari-hari.
Beberapa orang memang ada yang mendefinisikan passion dengan karir, aktualisasi diri, kemandirian, terutama yang merasa sudah berpendidikan cukup tinggi. Tapi tentu banyak juga yang dikorbankan. Memang tidak dapat dihindari bahwa dalam hidup memang ada positif ada negatifnya.

 Seandainya boleh flash back ke masa lalu mungkin banyak yang disesali karena tidak menekuni bidang yang sesuai dengan bakat, hobi, dan minat, atau hal-hal yang bisa menjadi potensi untuk bekerja mandiri dan lebih berorientasi pada skill. Tapi tidak ada kata terlambat dan lagi-lagi tidak boleh terlarut dalam penyesalan. Mulailah dari sekarang dan raih mimpi agar menjadi lebih bahagia, mungkin tidak hanya di dunia, tapi di akhirat. Dan tanamkan motivasi ini pada diri anak kita nanti, kembangkan bakat dan hobinya, serta membekalinya dengan ketrampilan khusus yang dapat menjadi potensi baginya ketika sudah dewasa nanti. Sehingga peluang sukses tidak akan hanya menjadi pekerja kantoran dan terikat dengan banyak rules.


-- the one who aims to follow her passions --